Rabu, 17 April 2013

I'M SO WRONG

| |

Cast :
1) Cho Kyuhyun (SuJu)
2) Key (Shinee)
3) Yang Hyun Ji a.k.a YOU
4) Yang Yoseob (BEAST)
5) Shim Changmin (TVXQ) a.k.a Yang Changmin
6) Choi Soyoung(SNSD) a.k.a Yang Soyoung

Genre : Romance, Mystery



*************************


Hari ini tepat 4 tahun kematian kedua orangtuaku. Meskipun begitu, aku tak akan pergi ke pemakaman mereka. Bukan karena aku jahat atau anak durhaka, tapi aku benar-benar merasa bersalah pada mereka, aku benar-benar tak cukup tangguh untuk menampakkan wajahku pada mereka. Kematian mereka karena diriku, yup, ini semua salahku. Aku takkan pernah bisa memaafkan diriku sendiri.


FLASH BACK on-

“Appa, belikan aku PSP malam ini juga” kataku dengan sedikit memelas. Belum sempat aku mendengar jawaban dari appa, Yoseob -saengku yang hanya beda 1 tahun denganku- yang sedang menonton TV malah yang menjawabnya.

“Ya! Nuna. Bukankah kau sudah punya PSP?” Ih... bocah kecil itu ikut campur dengan urusanku saja. -____-

“Ya! Kau saeng babo, diam saja, aku tanya pada appa mengapa kau yang menjawab? Lagipula PSP ku yang lama sudah rusak” kataku dengan nada sewot. Aku sudah tak mendengar lagi suaranya, mungkin dia sudah menyerah. Yes! ^.^

“Appa, bagaimana?” aku menanyai appa ku lagi yang kini sedang duduk di sampingku di ruang tamu.

“Ne, tapi jangan sekarang ya, appa capek habis pulang kantor” appa mengusap rambutku dengan kasar.

“Jebal apa ... aku sangat menginginkannya” aku mulai mengeluarkan puppy eyes ku 0.0

“Ya sudah kalau begitu, appa berangkat sekarang” appa mengambil kunci mobil dan segera keluar, tapi umma tiba-tiba saja mengejar appa.

“Tunggu sebentar, umma juga mau membeli bahan-bahan makanan yang sudah habis” beberapa detik kemuadian, terdengarlah mesin mobil dinyalakan dan perlahan mulai tak terdengar.

Aku lalu bergabung dengan Yoseob di ruang tengah dan menonton acara favoritku, Strong Heart. Di tengah-tengah tawaku yang membeludak(?) gara-gara kelucuan tingkah para artis itu, tiba- tiba saja terdengar bel rumah berbunyi. Ahh, mengganggu saja.
Aku segera berlari dan membukakan pintu itu, aku benar – benar terkejut setelah tahu siapa yang datang.

“Polisi? Ada keperluan apa?” kataku langsung to the point

“Benarkah ini rumah kediaman Yang Changmin dan Yang Soyoung ?”

“Ne, saya adalah putrinya, apa yang terjadi?” jawabku singkat. Yoseob kemudian berlari dan ikut bergabung denganku.

“Telah terjadi kecelakaan di Jln Kyuyoung dan mereka tewas di tempat setelah kecelakaan itu, kecelakaan itu terjadi karena mereka berusaha menghindari bocah seusia kalian yang bersepeda ugal-ugalan”

“MWO?!” aku langsung menangis. Yoseob langsung memelukku dan ikut menangis dalam dekapanku

“Siapa bocah itu?” kataku di tengah isakan tangisku

“Kami belum tahu siapa, dia melarikan diri”

FLASH BACK end –


Tiba – tiba saja air mataku sudah jatuh mengenai pipiku, aku benar – benar sedih mengingat kejadian itu, andai saja aku tak menyuruh appa dan umma membelikanku PSP, pasti tak akan terjadi kecelakaan itu. PSP? Semua ini hanya karena keinginan bodohku. Argghhh ...
Semua itu awal dari penderitaanku, aku hanya tinggal berdua di rumah bersama dengan Yoseob. Kerabat jauhku tinggal di luar Seoul, yah walaupun mereka sesekali mengunjungiku di sini. Untung saja appa dan umma mempunyai beberapa hektar tanah di Daegu yang bila di jual harganya akan lumayan, cukup untuk memenuhi kebutuhan kami berdua, tapi aku juga harus banting tulang sendiri, apalagi umurku yang baru 17 tahun , terkadang jika aku ingin, aku kerja di cafe untuk bernyanyi. Untuk biaya sekolah aku dan Yoseob tak ada masalah, karena kami berdua mendapatkan beasiswa. Huh, akhirnya aku tahu kehidupan yang sebenarnya seperti apa. Kejam .

“YA! Hyujin, tidak baik melamun seperti itu” tiba – tiba saja ada yang mengagetkanku, Key. Sahabatku sejak kecil, dia yang selalu menyemangatiku saat kedua orangtuaku meninggal dulu.

“Kau ini mengagetkanku saja” aku langung menghapus air mataku dan tersenyum  –senyum yang dipaksakan tentunya–

“Hahaha... eh, songsaengnim sudah masuk tuh” Key kemudian berlari ketempat duduknya.

Ketika semua murid mulai heboh untuk ke tempat duduknya masing-masing, hanya aku dan lelaki misterius itu yang selalu tenang di bangku masing-masing. Cho kyuhyun. Dia anak baru di sekolah ini, tak banyak anak yang mengetahui latar belakangnya, dia benar – benar misterius. Tapi aku membencinya. Yup karena dia sangat pintar matematika mlebihi diriku, huhhh aku memang mendapat beasiswa tapi aku sangat lemah dalam matematika sejak kecil >.<
Ditambah lagi , dia selalu membawa PSP kemanapun dia berada. Ahhhh aku kan sangat benci dangan PSP! -___-

“Anak – anak, tadi Mr. Siwon pemilik yayasan di sekolah kita telah memberitahu, bahwa di tahun ini, akan ada pembagian beasiswa lagi, satu minggu lagi akan di adakan tes tersebut, selamat berjuang^^”

Ahh, sial. Aku harus berjuang mati – matian lagi untuk mendapatlan beasiswa itu, kalau pelajaran yang lain sih aku bisa, tapi kalau matematika? Huh jangan di tanyakan lagi.
Aha. Sepertinya aku mendapatkan ide ^.^

Jam sekolah telah usai, aku dan key pun bersiap untuk pulang bareng, memang dari dulu kita selalu pulang bareng, rumah kita searah dan lumayan dekat dari sekolah. Pulang sekolah sambil jalan kaki tidak salah bukan? Itu menyenangkan :D
Langkahku terhenti, aku mengingat sesuatu,

“Hmm... key, kau boleh pulang duluan” kataku kepada key.

“loh? Memang ada apa? Kau sedang ada urusan? Aku akan menunggumu kok, santai saja” key lalu melingkarkan tangannya ke pundakku.

“Ya! Jangan seperti ini, malu tau di lihat orang” kataku sambil melepas tangannya.
“Sudahlah kau pulang duluan saja, aku masih lama” aku lalu mendorongnya untuk cepat pergi sehingga dia sampai terjatuh.

“Hyunji...! sakit tau! Arraso, aku akan pulang dulu.. ne~” Aku menantinya sampai dia benar-benar berjalan untuk pulang

Mianhae key, tapi aku harus melakukan ini.
Aku mencari sosok itu, ahh, itu dia, aku segera menghampirinya.

“Kyuhyun” kataku sambil berlari. Dia masih saja belum mendengarnya. Aku geram juga. Aku pukul punggungnya kuat dan memanggil namanya cukup keras.
“CHO KYUHYUN ...! KAU MENDENGARKU ATAU TIDAK?!” dia mulai membalikkan tubuhnya. Fiuh~ akhirnya. Dia tampak sedang melepaskan sesuatu dari telinganya. MWO? Jadi dari tadi dia mendengarkan ipod ? aku benar-benar seperti orang gila sekarang.

“Apa kau memanggilku?” dia masih saja selalu tanpa ekspresi, aku tak pernah melihat satu ekspresi pun dari wajahnya, hanya muka yang datar -_-
Aku tertunduk malu, ah, aku benar-benar gak bisa kalau menatap wajahnya, aku cukup malu dengan kejadian yang baru saja ku alami
“ne~” kataku dengan wajah yang masih tertunduk

“Ada keperluan apa kau memanggilku?” tanyanya

Dengan sisa keberanian yang aku punya, aku menjawab pertanyaannya
“Bisakah kau membantuku?”

"Membantu? Membantu apa?" Dia kini menatapku, aku menatapnya, mata kita bertemu.

"OMO?! Neomu kyeopta" tiba - tiba aku berbicara tanpa sadar karena melihat wajahnya yang nyaris sempurna. Mengapa aku baru menyadarinya?
Apa? bicara apa kau tadi Hyunji, buang jauh-jauh pikiran itu. Aishhh apa yang terjadi padaku ><

"Mian, kau tadi bilang apa?" Perkataanya membangunkan lamunanku.Ulala, aku baru ingat jika tadi aku keceplosan. Aku segera menutup mulutku.

"Ah, aniyo... bukan hal yang penting" ahh sial, pasti mukaku memerah sekarang >.<

"Owh, bukan hal yang penting, ya sudah aku akan pergi sekarang, kau membuang waktuku saja" dia berbalik dan segera melenggang(?) untuk pulang.
Butuh waktu sekitar  5 detik untuk menyadarkanku pada tujuan utamaku dan ...

"CHAKKAM !" teriakku tiba-tiba.
Dia berbalik dengan tatapan -apa-sih-maumu-  Sepertinya mimik wajahnya benar-benar kesal dengan perlakuanku dari tadi, hehehe ^.^

"Kau mau apa lagi? Cepat katakan" wajahnya berkata seolah-olah dia adalah artis terkenal yang gak banyak waktu luang.

"Aku mau minta tolong, hmm tolong ajari aku matematika, cukup 1 minggu saja,please ... ini demi mempertahankan beasiswaku" kataku sedikit memohon

Dia lalu mengangkat satu alisnya dan berkata
"Bukankah kau sudah pintar? Dan kau dulu juga sudah dapat besiswa, mengapa kau malah minta untuk aku ajari?"

"Hmm, soal itu, aku benar-benar lemah dalam matematika. Kau tak tahu ha? Betapa aku dulu bekerja keras untuk belajar matematika sendirian dan itupun nilaiku hanya 7, mungkin jika aku tidak mendapatkan rata-rata nilai 10 di pelajaran lain, aku tidak akan dapat beasiswa itu" kataku panjang lebar, capek juga lama-lama ngomong sama dia ==

"Hoammm" Ya! Apa yang dia lakukan? Menguap? Setelah aku jelaskan panjang lebar sampai tulang lidahku patah begini (emangnya lidah punya tulang? *plakkk /abaikan)

"Ya! Jadi bagaimana? Kau mau tidak?" aku sedikit membentaknya, ini sebenarnya yang minta di ajarin siapa sih, kok malah aku yang marah +.+

"Ne, sepulang sekolah di rumahku" dia lalu pergi tanpa menunggu jawaban dariku, huhh namja menyebalkan ><
Tunggu sebentar, aku kan tak tahu dimana rumahnya? Aishhh ... yasudahlah besok saja aku tanyakan lagi.

Aku lalu memilih untuk pulang, hmm, ada yang aneh rasanya pulang sendirian, tanpa ada Key di sampingku, dia yang biasanya membuat lelucon sehingga aku bisa tertawa, atau kalau tidak, dia senang sekali berbicara panjang lebar alias cerewet seperti umma-umma. Bahkan dia lebih cerewet dari umma ku dulu, ahhh umma ... I MISS YOU TT___TT

Angin lalu berhembus menerpa rambut sebahuku, seakan anginpun ingin memberitahu kalau umma mendengarku di surga sana ...


@Rumah Hyunji  >>>

Ahh, akhirnya sampai juga. Aku lalu melenggang masuk rumah tanpa memencet bel terlebih dahulu.
"Anyeong ... "

"Anyeong ... ah, nuna sudah pulang?" Yoseob lalu menyambutku seperti biasa.

"Ne ^^ Nuna mandi dulu ya Seobie ..." aku langsung memilih untuk membersihkan badanku terlebih dahulu.
Akhirnya selesai juga, aku langsung bergabung dengan Yoseob di ruang tengah seperti biasa sambil mengusap - ngusapkan rambutku yang basah dengan handuk ini.

"Seobie? Apa kau sudah ke pemakaman appa dan umma? Hari ini tepat 4 tahun kematian mereka" kataku pada Yoseob sambil berpura-pura tegar. Aku tidak akan ke makam, tapi aku tidak akan melarang Yoseob untuk mengunjungi mereka. Dia selalu mengajakku, tapi aku menolaknya, dia selalu bilang kalau semua itu terjadi karena takdir Tuhan, bukan karenaku, tapi entahlah, aku akan terus merasa bersalah :(

"Tentu saja aku ingat, tadi aku sudah ke sana, tapi ada yang aneh nuna, lagi-lagi ada orang yang mengunjungi makam appa dan umma" aku kaget mendengar jawaban Yoseob,  orang itu belum menyerah juga rupanya. Orang misterius yang selalu memberikan bunga di makam umma dan appa, yang sampai saat ini kami belum tahu orang itu siapa.

Aku lalu mencoba merubah suasana
"Seobie, sepertinya nuna sementara gak akan nyanyi di cafe dulu, karena nuna mau konsentrasi sama tes beasiswa itu" kataku pada Yoseob yang lagi asyik nonton Spongebob(?)

"Gweanchana nuna, nuna konsentrasi saja, tak usah memikirkan hal-hal yang lain" Dia lalu menatapku dan menghentikan sejenak kegiatan menonton Spongebobnya itu
Tapi, kali ini berbeda, dia mengerlingkan matanya  dan senyuman yang aku sendiri tak tahu apa artinya, hmm ...

"Saeng ku yang paling babo, berhentilah menonton kartun seperti ini, nanti yeoja gak ada yang mau sama kamu" kataku sambil melempar handukku kepadanya yang, hap , tepat mengenai mukanya.

"Nuna, menjijikkan, ini bau tau" Dia balas melempar tapi aku keburu berlari sehingga handuk itu hanya melingkup(?) di lantai dengan sadisnya(?)

"Gak kena tau, gak kena, wek :P " aku kasih merong paling khas yang aku punya. Dia geram sambil mengerucutkan bibirnya. Ahhh lucu sekali saengku yang satu ini. Aku segera berlari ke dapur untuk membuat masakan, perutku lapar sekali.

"Lihat saja nuna, aku akan membuktikan kalau aku juga nanti pasti akan punya yeojachingu" Aku mendengar dia berteriak dari ruang tengah.
"Kayak nuna udah punya namjachingu saja" Dia meneruskan teriakannya sambil dengan nada meremehkan sekarang.

Aku berfikir sebentar, oh iya, aku ini kan juga belum pernah punya namjachingu, aku selalu sibuk dengan kehidupan yang ku alami sehingga belum pernah memikirkan hal-hal seperti itu. Meskipun temanku di kelas sudah pada mesra-mesraan apalagi Kim Ae Soon dengan Yesung itu, mereka benar-benar serasi, membuatku iri saja. Dan satu pasang lainnya Hyomi dan Eunhyuk pasangan paling aneh, tapi mereka unik.  Ahhh aku tak akan memikirkan hal-hal seperti itu dulu. Kalau jodoh pasti tidak akan kemana, betul kan?

Setelah memasak mie ramen aku lalu memakannya dengan lahap dan setelah kurasa aku benar-benar sudah kenyang aku kembali ke kamarku. Aku lalu ingin kembali menggodai saeng babo ku ini, seru juga rupanya, hehehe ^.^

"Seobie, setelah ini jangan lupa lihat Dora" kataku dengan cepat lalu menutup pintu sebelum dia melemparkan bantal yang ada di tangannya, hahaha

"Nuna babo! Awas kau!" aku mendengar dia berteriak tak terima di luar sana.

Aku lalu mengambil hp ku yang daritadi belum aku buka. Ada 10 pesan masuk dan 3 miscall di sana. Aku lalu mebukanya. Semuanya dari ... Key

From : Key Umma
HYUNJI ! Kau dimana? Apa sudah pulang? Apa kau baik-baik saja?
Aku mengkhawatirkanmu. Kalau sudah pulang jangan lupa balas pesanku.
Arraso ?!!

9 pesan yang lainnya kira-kira juga seperti itu, huhh dasar umma -___- Aku lalu membalasnya

To : Key Umma
YA! KEY! Aku sudah besar tau. Emangnya kau pikir aku akan tersesat
Dan tak tahu jalan pulang? Ahhh aneh-aneh saja kau ini -___-

Beberapa detik kemudian dia membalasnya, cepat sekali balasan darinya o.O

From : Key Umma
Untunglah... kau sudah pulang :]
YA! Bukan begitu maksudku, hanya saja aku mengkhawatirkanmu.
Ini kan pertama kalinya kau tidak pulang bareng denganku,
Bisa saja ada ahjussi-ahjussi yang mengganggumu, oh ya,
Tidak mungkin lah ahjussi itu tertarik menganggumu :P

Mwo? Aku emosi juga melihat balasannya

To : Key Umma
YA! Kau ini! Awas kau ya :@

Aku lalu merebahkan tubuhku di tempat tidur ini, hari ini begitu ... melelahkan.


~Keesokan harinya >>>>

"Hyunji ... PPALI! dasar yeoja babo"  Mengapa Key sudah mengeluarkan omelannya di pagi-pagi begini - ___-

"Tunggu sebentar, aku sedang memakai sepatu" Kataku sambil berteriak agar suaraku dapat di dengar oleh Key yang ada di halaman rumahku.

"PPALI !!!" Dia semakin  berteriak lebih kencang, ahhh malu tau sama tetangga ><

"NE! Aku sudah selesai" Aku lalu mengunci rumahku dan segera berangkat bersama Key.

Beberapa menit kemudian kami sampai di sekolah, dan segera masuk ke kelas. Ketika aku dan Key melewati koridor - koridor sekolah, kulihat ada beberapa dari murid sekolah ini yang terlihat bisik-bisik dan sebagian lagi ada yang tersenyum melihat kita. Ahhh aku sudah tahu pasti mereka mengira kalau aku dan Key berpacaran, aku sudah tahu itu semenjak di beritahu oleh Sulli -teman sebangkuku- beberapa hari yang lalu. Memang sih pikiran mereka itu tak salah, karena mungkin aku dan Key memang terlihat terus bersama seperti Upin & Ipin(?) tapi kan mau di apain juga aku dan Key itu hanya sahabat baik, iya kan?

Aku sudah sampai di kelas dan segera menaruh tasku di sana, Sulli lalu segera berkata padaku
"Hyunji ... kau benar-benar serasi dengan Key" dia menggodaku, tapi aku melihat ada gurat kesedihan di wajahnya, apa artinya?

"YA! Sudah kubilang beberapa kali, aku dan Key itu hanya sahabat biasa, kau seperti tidak pernah melihat kami saja, aku dan Key kan memang sudah dari dulu berangkat dan pulang bareng ke sekolah. Apa jangan-jangan, kau? Cemburu ya?" Sekarang giliranku yang menggodanya.

"Ani... a-ni-o" Dia terlihat sangat gugup dan wajahnya kemudian memerah. Hahaha betul kan dugaanku.

"Tenang saja, aku akan membantumu ;)" kataku sambil mengedipkan(?) satu mataku

"Ahh... apa yang kau bicarakan sih Hyunji" Katanya dengan senyum yang mengatakan bahwa
-appan-sih-aku-kan-jadi-malu-

"Hahhahahaha" aku lalu tertawa melihatnya seperti itu.

Aku menengok, kulihat si Mr. Misterius itu sedang bermain PSP, ahhhh ...
Aku teringat, oh ya, ini kan hari pertamaku belajar dengannya, seperti apa jadinya nanti ya? Hmm ...
Beberapa menit kemudian songsaenim masuk dan segera membuyarkan lamunanku. Pelajaranpun dimulai ...

~Beberapa jam kemudian >>>

Ahhh... akhirnya waktunya pulang juga, aku lalu berniat untuk menghampiri Kyuhyun bermaksud untuk menanyakan rumahnya, tapi langkahku terhenti.

"Hyunji ... ayo kita pulang" Tiba-tiba saja key mengagetkanku dari belakang dan langsung menggandeng tanganku.

"Ahhh mianhae Key, aku ada urusan lagi, hehehe" kataku sambil nyengir

"Yah... kau ini, aku tidak akan pulang, aku akan menunggumu di sini.TITIK" katanya sambil menekankan kata yang terakhir.

"Tapi..." cegahku.

"Ahhh sudahlah, aku tidak mau mengkhawatirkanmu seperti kemarin" Apa tadi katanya? Apa maksudnya? Ada angin apa dia berbicara seperti itu? Ahhh whatever.

"Ne^^ tunggu aku di sini, aku akan menemui seseorang" kataku padanya.

Aku lalu menghampiri Kyuhyun yang sedang berjalan yang kali ini sedang bermain PSP -___-

"Kyuhyun" panggilku. Dia masih saja belum menatapku, apa kejadian ini akan terulang lagi ya Tuhan? Huftt aku meniupkan poniku untuk membuatku sedikit rileks

"CHO KYUHYUN!"  Aku memangilnya dengan merebut PSP dari tangannya, keterlaluan mungkin sikapku sekarang. Kurasa.
Dia menatapku seperti ingin menyantapku, aku benar-benar takut sekarang.

"Cho Kyuhyun, Mian ... aku tidak bermaksud" kataku di iringi langkahku yang mundur.

"AKU TADI HAMPIR MENANG TAU! KURANG SELANGKAH LAGI!" dia berkata dengan tanduk yang mulai keluar dari kepalanya dan asap yang keluar dari telinganya. Oke, ini mungkin berlebihan. Tapi itu yang kurasakan sekararang.

"Mian ... aku tadi memanggilmu, kau tak menatapku juga, makanya aku merebut PSPmu" aku langsung menyerahkan PSP dari tanganku ke tangan Kyuhyun.

"Ahh ya sudahlah, lupakan, tidak ada untungnya aku marah-marah, toh itu semua gak akan membuat aku menang dalam game itu" Ha? Apa yang dia katakan? Aduhhh sekarang aku benar-benar lega ^.^
"Memangnya ada apa lagi kau memanggilku?"

"Aku, aku ... hmm, tidak tahu rumahmu, kemarin aku ingin menanyakan ini tapi kau sudah pulang duluan" kataku

"Owh, hanya itu, ayo ikut aku" Dia menggeret(?) tanganku dan menyeretku untuk ikut bersamanya.

"YA! Kau mau membawaku kemana CHO KYUHYUN?!" aku berusaha melepasakan tanganku dari genggamannya. Sakit.

"Kau pulang bersamaku saja naik motor, katamu kau tak tahu rumahku? Aku akan memberitahumu, sekalian kita bisa memulai belajarnya" katanya dengan enteng.

"Dulu kau bilang pulang sekolah langsung ke rumahmu, tapi kan aku harus pulang dan ganti baju dulu, lagian aku juga harus izin kepada saengku" kataku, yang membuat dia menghentikan langkahnya.

"Oke, aku akan mengantarmu ke rumahmu dulu, setelah itu ke rumahku" Apa tadi yang dia katakan? Ahhh aku turuti saja keinginannya. Mau gimanapun juga aku tidak akan menang melawannya. Dia itu seorang namja sedangkan aku yeoja, tenaganya pasti lebih kuat namja.
Ah aku melupakan sesuatu
"Chakkam! Ijinkan aku menelfon seseorang dulu" kataku pada Kyuhyun yang diikuti dengan anggukannya.

"Yeoboseyo ..."

"Yeoboseyo ... ya! Hyunji kau dimana? Kenapa lama sekali?" omelan itu lagi -____-

"Aku pulang bersama Kyuhyun, kau pulang duluan saja" tanpa menunggu jawaban Key aku langsung menutup telponku.

Kami sudah sampai di parkiran, dia langsung menghidupkan mesin motornya. Wow, motornya keren juga ^.^
Dia menyerahkan helm kepadaku dan menyuruhku untuk cepat naik, darimana dia mendapatkan helm yang satunya? Ahhh aku tidak mau pusing memikirkan itu.

"Diamana rumahmu?" tanyanya kemudian

"Turuti saja aba-abaku nanti, rumahku lumayan dekat kok dari sekolah"kataku lalu mengenakan helm itu.

Ketika di tengah jalan, aku melihat Key yang pulang dengan berjalan kaki seperti biasa. Tapi dia terlihat sedih walaupun aku hanya melihat tubuhnya dari belakang, semua itu sudah terlihat jelas. Tapi kenapa?

Ketika aku melewatinya aku menyapanya.
"KEY!" Aku melihat ke belakang dan dia hanya membalas dengan sebuah senyuman.

Akhirnya sampai juga di rumahku, aku langsung melesat(?) ke rumah. Kyuhyun sudah aku suruh masuk tapi dia menolakku. Huh terserah dia lah ==

"Anyeong ... " kataku pada Yoseob, tapi aku melihat ada 2 bocah di rumah, siapa itu? Oh ternyata Gikwang teman satu kelas Yoseob.

"Anyeong ... " jawab serempak dua bocah itu.

"Eh, ada Gikwang juga ya" kataku berpura-pura sok manis.

"Iya nuna ^^. Eh, itu bukannya Kyuhyun hyung?" kata Gikwang sambil melihat siapa yang ada di luar.

"YA! Nuna pulang bersama seorang namja! Kyaaaa" kata Yoseob benar-benar kaget. Emangnya kenapa? Sampai sebegitunyakah diriku ? ><

"Tuh kan, nuna juga bisa kok di antar pulang seorang namja, wek :P . Eh Gikwang, darimana kau tau kalau itu Kyuhyun?" kataku sambil menunjuk-nunjuk Kyuhyun.

"Dia itu dulu teman satu kelasnya hyungku, Nickhun. Tapi sekarang aku gak tau kabarnya lagi, yang kutahu dulu oppa sering sekali bilang kalau Kyuhyun sangat lemah dalam matematika" eh, tunggu dulu? Apa yag dia bilang? Lemah? Bukannya Kyuhyun sekarang sangat pintar matematika, bahkan kalau ada soal di papan tulis dia bisa mengerjakannya hanya dengan waktu beberapa detik.

"Bukannya dia itu sangat pintar dalam pelajaran matematika?" kataku memastikan pendengaranku.

"Aniyo ... dia itu sangat lemah bahkan dulu sering mendapatkan nilai 0 , aku tahu karena hyungku sering berbicara begitu kepadaku" aku kaget  dengan perkataanya, mana mungkin seorang Cho Kyuhyun yang ku kenal sekarang pernah mendapat nilai 0 di ulangannya? Ahhh daripada pusing memikirkan itu semua, aku segera berlari ke kamarku dan berganti baju. Kasihan juga Kyuhyun pasti jamuran menungguku di luar.
Aku sudah selesai ganti baju dan aku segera memasukkan buku-buku ku ke dalam tas.
"Yoseob, tolong jaga rumah, jangan kemana-mana, nuna mau belajar dulu" kataku sambil menuju ruang tamu tempat Yoseob berada.

"Nuna mau belajar kemana?"

"Di rumah temen nuna, itu yang ada di luar yang kita bicarakan tadi" kataku pada Yoseob yang langsung clingak-clinguk(?) menatap ke luar.

"Belajar apa?" tanyanya kemudian.

"Tentu belajar matematika lah, yang lain nuna kan sudah handal" kataku dengan bangga.

"Bukankah Kyuhyun hyung itu sangat payah dalam pelajaran matematika? Kita kan sudah membicarakannya tadi" Gikwang tiba-tiba dengan lancangnya menerobos masuk(?) di antara pembicaraanku dengan Yoseob.

"Dulu berbeda dengan sekarang, kau tak tahu? Dia sekarang sangat pintar dalam matematika" aku langsung meninggalkan mereka berdua dan menuju ke luar.
"Anyeong ... " Teriakku dari luar

"Anyeong ... " Mereka pun menjawab secara bersamaan -lagi-

"Kyuhyun, mian sudah membuatmu menunggu lama" Aku lalu mengatakan ini begitu berhadapan dengan Kyuhyun, aku merasa bersalah. Ini gara-gara 2 tuyul itu sih ><

"Gweanchana ... Ayo cepat naik" Huhh syukurlah dia tidak marah, aku lalu naik dan mesin pun dinyalakan, aku tak akan berpegangan padanya, waktu pulang sekolah tadi aku juga tak sedikitpun menyentuh tubuhnya. Ihhh ogah =,=
Tapi ...

"Ya! Mengapa kencang sekali!" kataku sambill memukul punggungnya dan berteriak. Otomatis tanganku erat berpegangan padanya.

"Aku sangat benci membuang waktu. Ya! Tak usah berpegangan padaku!" Katanya sambil menengok ke belakang dan berusaha melepaskan tanganku.

"Jika aku tak berpegangan padamu maka aku akan jatuh. Jebal, pelankanlah motormu ini" Kataku sambil terus berteriak.

"Tak akan, aku harus cepat pulang ke rumah. Aisshhh ya sudahlah kau ku perbolehkan berpegangan padaku" Akhirnya dia memperbolehkanku juga. Senang rasanya ^.^
Eh, apa yang tadi aku bilang? Senang? Aduhh apa-apain sih aku ini ><
Dia mengendarai motornya sangat kencang sekali, sampai aku menutup mataku dan tak berani melihat jalan, tubuhnya begitu, hangat ...

"Sudah sampai babo!" Aku langsung membuka mataku ketika mendengar suara itu. Wow, rumahnya ternyata bagus juga.

"Gomawo" kataku sambil membungkukkan badanku kepada Kyuhyun.

"Cepat masuk" katanya tanpa ekspresi. Aku langsung memasuki rumahnya dan rumah ini benar-benar.....
Kotor, berantahkan, tak berbentuk, persis kayak kapal pecah. Segera aku menarik omonganku yang menganggap kalau rumah ini bagus. Sangat bertolak belakang dengan keadaan di dalamnya -___-
"Ayo duduk, kita belajar sekarang" Dia lalu merebahkan tubuhnya di sofa miliknya.
"Kau tidak ganti baju dulu? Bau tau!" Kataku sambil pura-pura menutup hidungku seakan dia tidak mandi selama setahun lebih.

"Kau cerewet sekali. Sudahlah tidak usah mencampuri urusanku" Oke, kali ini aku mengalah, aku benar-benar capek harus bertengkar dengannya setiap detik.
"Mian, rumahku berantahkan" katanya kemudian.

"Gweanchana ... By the way, dimana appa dan ummamu? Aku tidak melihatnya dari tadi" kataku kemudian, lagian aku terus berfikir, tidak mungkin kan ummanya akan membiarkan rumah sebagus ini menjadi kapal pecah =='

"Appa dan ummaku tinggal di rumah yang satunya di Jln. Chunji, aku tinggal sendirian di sini"Jawabnya. Tumben kali ini dia tidak marah kalau aku menanyakan hal yang pribadi.

"Jln. Chunji? Bukankah itu lumayan dekat dari sini. Mengapa kau tak tinggal dengan mereka saja?" Kataku kemudian, aneh-aneh saja namja ini.

"Ani ... aku hanya ingin mandiri saja, aku sudah tinggal sendirian di sini dari umur 13 tahun"
Mwo? Benar-benar kurang kerjaan. Untuk apa dia tinggal sendirian jika tidak bisa mengurus dirinya sendiri? Apalagi rumahnya -__-  Dia itu masih butuh bimbingan orang tua. Aku benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran namja ini.
"Sebelum kita mulai belajar, aku punya satu syarat untukmu" tanyanya yang membuyarkan pikiran ku.

"Mwo? Syarat? Syarat apa itu?" Kataku dengan perasaan yang was-was, takut kalau dia akan meminta yang aneh-aneh.

"Kau! Jangan pernah lagi datang ke rumahku setelah tes beasiswa itu. Deal?" ujarnya diiringi dengan uluran tangan.

Apa yang dia fikirkan? Siapa juga yang mau datang ke rumahnya lagi. Tanpa pikir panjang aku langsung menjawab
"Of course, DEAL! " Ujarku sambil membalas uluran tangannya.

"Kau kerjakan soal ini dulu sebisamu, nanti aku akan membetulkannya" katanya kemudian. Oke, aku turuti saja, aku lalu berusaha mengerjakan soal yang di berikan Kyuhyun. Ini sulit sekali ><
Aku intip sebentar si Kyuhyun. YA! Apa yang dia lakukan ?!!

"Kyuhyun! Mengapa kau malah bermain PSP sih ?!" kataku sedikit membentak tanda tak terima.

"Diam saja kau! Kau yang belajar padaku, turuti saja perkataanku, lagian daripada aku boring menunggumu mengerjakan soal itu, lebih baik aku bermain PSP" Dia berbicara panjang lebar. Oke, kurasa aku harus mengalah -lagi-

Setelah beberapa menit mengerjakan soal itu dengan susah payah akhirnya selesai juga, aku langsung memberikannya kepada Kyuhyun

"Aku sudah selesai" kataku ketus karena efek dari masih pusingnya kepalaku ini.

"Lama sekali" katanya dengan nada meremehkan. Hihhhhh sebel!

"Dasar babo! Benar-benar babo! Masa 10 soal kau hanya bisa menjawab 4 soal dengan benar, kau benar-benar payah" Cepat sekali mengoreksinya, aku sendiri sampe heran o.O
MWO? Apa yang dia bilang, dia meremehkanku.

"Maka dari itu aku meminta bantuanmu, kalau aku sudah bisa ya tidak mungkin aku ke sini" Aku berusaha mengakui kelemahanku.

"Oke, begini caranya ..." katanya sambil menerangkan. Aku benar-benar kagum. Cara mengerjakan soal itu berbeda dengan apa yang di ajarkan songsaenim, dia lebih menggunakan logika bukan rumus, yang menurutku itu semakin mudah di pahami ^.^
Sekitar 2 jam aku belajar dengannya, akhirnya selesai juga. Aku benar-benar senang sekarang, dia membuatku lebih mengerti matematika.

"Anyeong... sepertinya aku harus pulang dulu, ini sudah hampir malam" Kataku kemudian yang hanya di tanggapi dengan anggukan kepalanya.
Aku lalu menghentikan taksi di depanku dan pulang ...


@Rumah Hyunji >>>.

"Anyeong ... "
Loh? Kok tidak ada jawaban, dimana Yoseob?

"Seobie ... kau belum pulang?" Kataku sambil berteriak dari luar dan ternyata tidak ada yang menjawabnya, tumben sekali saengku jam segini belum pulang. Eh? Apa itu? Aku melihat bungkusan tepat di depan pintu. Bungkusan kotak itu tampak sangat cantik sekali di tambah dengan pita pink di atasnya. Tanpa buang waktu aku segera membukanya.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA~ " Aku berteriak sekeras - kerasnya dan langsung terduduk di atas lantai karena kakiku mendadak lemas dan kepalaku sakit.
Mworago??!! Boneka beruang putih tanpa kepala  yang dilumuri oleh darah segar, yang kurasa sudah berubah menjadi beruang merah dan ada tulisan --JAUHI DIA ATAU KAU KAN MATI-- Aku memegangi kepalaku yang kali ini mungkin sakitnya tambah parah. Baru pertama kali aku menerima bungkusan dan itupun isinya sangat menakutkan.

"Nuna ... what happen?" aku mendengar suara Yoseob yang sepertinya baru pulang. Dia segera menghampiriku dengan panik dan segera menenangkanku.
"I-i-i-go" Kataku gugup sambil menunjuk bungkusan tadi. Yoseob pun segera berlari dan melihatnya.

"MWORAGO?!! Siapa yang berani-beraninya ngirim ini ke rumah kita?" Yoseob benar-benar emosi dan langsung membuang bungkusan itu.

"Molla" air mataku tak kuasa ku tahan, aku benar-benar takut, siapa yang melakukan ini semua.

"Nuna tenang saja, saeng akan menjaga nuna, saeng janji" Yoseob langsung duduk menemaniku dan memelukku.
"Mian tadi saengmu yang babo ini pulang terlambat nuna" Kata Yoseob yang masih terus memelukku. Aku balas pelukannya, aku sangat menyayanginya. Tentu saja, dia satu-satunya keluarga yang kupunya, jadi hal yang biasa jika aku bersikap seperti ini.

"Gweanchana, lagi pula darimana saja kau ini?" Aku melepaskan pelukannya dan menatap matanya.

"Sudahlah, nuna tak perlu tahu. Mendingan kita sekarang masuk dan segera buatkan masakan, perutku sudah lapar. Anggap saja kejadian ini tak pernah terjadi" Yoseob tersenyum padaku dan langsung memapah badanku untuk masuk ke rumah.


Keesokan harinya >>>.

Aku berangkat sekolah seperti biasa dengan Key, suasananya begitu berbeda, kami saling diam. Aku masih tidak bisa tersenyum apalagi mengingat kejadian semalam. Benar-benar membuat kepalaku sakit.

"Hyunji, mengapa wajahmu murung begitu?" Key membuka pembicaraan setelah sekian lama kami hanya terdiam.

"Gweanchanayo" Kataku sambil masih memandang lurus ke depan.

"Ayolah, sejak kecil aku sudah mengenalmu. Kau tak bisa membohongiku, katakan saja ada apa? tatap mataku!" katanya sambil menarik wajahku agar mataku melihat ke matanya.

"Ya! Key tak usah seperti itu, sakit tau!" Kataku mencoba melepaskannya

"Makanya, ceritakan padaku! Ada masalah apa?"

"Hmm, aku mendapat teror Key" Ujarku dengan wajah tertunduk.

"MWO??!! HAHAHAHHA, jangan bercanda denganku kau Hyunji, memangnya ada orang yang tertarik menerormu, memangnya kau siapa? Hahaha" Kata Key dengan tawa khasnya itu.

"Aku serius Key! Disitu juga ada tulisan --JAUHI DIA ATAU KAU KAN MATI-- Padahal aku selalu bersikap baik pada semua orang, dan kurasa aku tak punya masalah dengan siapapun"

"Kau serius Hyunji? Kau benar-benar di teror? Siapa yang menerormu? Benar-benar harus di beri pelajaran" Kata Key sambil meremas kedua tangannya seakan siap untuk menghajar seseorang.
"Aku takkan membiarkanmu ketakutan seperti ini"Dia lalu tersenyum manis kepadaku.
Akhir-akhir ini Key bersikap aneh padaku, dia jarang sekali cerewet seperti dulu, suka senyum-senyum sendiri ketika melihatku dan kadang memberikan perhatian kepadaku yang terlalu berlebihan. Mungkin dia lagi sakit ><
"Apa mungkin yang melakukannya ... " kata Key kemudian yang membuyarkan lamunanku.

"Nugu?"  Kataku penasaran kepada Key.

"Kau tahu kan geng missA yang terkenal itu? Aku kemarin tak sengaja mendengar kalau mereka sangat mengidolakan Cho Kyuhyun, dan mereka akan melakukan teror pada seseorang karena tak rela idola mereka di dekati orang lain" Key menjelaskannya dengan serius.

"Maksudmu kau mengira kalau orang yang di bicarakan itu adalah aku? Kau jangan asal bicara sebelum kau pergoki mereka dengan mata kepalamu sendiri" Ujarku berusaha mencerna cerita Key

"Ne~ Tapi takkan kubiarkan mereka melakukan ini kepadamu. Beraninya hanya dari belakang" Kata Key dengan api yang menyala di matanya

"Hahaha, tak usah Key, aku bisa menjaga diri dengan baik" Kataku sambil tersenyum ke arah Key.
Hmm, kurasa perkataan Key tak ada salahnya. Geng missA memang selalu berusaha mendekati Kyuhyun tapi tak pernah diladeni(?) sedikitpun olehnya.

"Kau benar Hyunji. Tapi sepertinya untuk jaga-jaga menjauhlah dari Kyuhyun daripada nanti mereka akan menerormu lebih dari ini" Key menatapku dengan rasa khawatir.

"Tak akan, aku harus belajar dengan Kyuhyun sampai aku mendapatkan beasiswa itu lagi. aku takkan menyerah begitu saja dengan teror mereka" Kataku dengan suara yang mantap.


7 Days Later >>>>.

Tak kusangka hari begitu cepat berlalu.
Hari-hari belajarku dengan Kyuhyun, aku sungguh merasa bahagia di dekatnya, aku merasa terlindungi dan jantungku seakan memompa darah lebih cepat jika ada di dekatnya, aku benar-benar tak tahu perasaan apa ini, tapi aku begitu menikmatinya.

Selama aku belajar dengan Kyuhyun, aku terus saja pulang sekolah bersamanya, aku tak bisa pulang sekolah dengan Key. Kuharap dia mengerti bagaimana keadaanku sekarang ini, tunggu Key, tunggu sampai tes beasiswa itu selesai, kita akan bisa pulang bersama lagi, aku janji.

Saeng ku Yoseob selalu saja pulang malam. Apa sebenarnya yang sedang dia lakukan?

Aku benar-benar sudah terbiasa dengan teror itu, aku tak cengeng seperti saat pertama kali menerima teror itu. Sampai saat ini aku tak tahu pasti siapa yang mengirim teror itu. Sekarang teror itu bukan hanya dengan boneka. Makananku yang ada cicak di dalamnya, tasku atau bukuku yang sobek-sobek. Biasanya Key juga kena imbas dari teror itu, kasihan ...

Setelah aku mengenal Kyuhyun sejauh ini, aku merasa dia bukan orang misterius lagi, dia juga sudah mulai terbuka padaku, yah walaupun aku masih belum pernah melihat senyumnya. Kurasa hanya aku, yeoja satu sekolah yang bisa dekat dengannya sejauh ini, kekekeke ...
Sekarang, tes beasiswa itu telah tiba, Aku benar-benar sedih membayangkan itu semua, tak jarang aku ingin menangis. Aku sekarang baru menyesal,mengapa aku menyetujui syarat yang dulu di berikan oleh Kyuhyun T^T
Aku tak bisa belajar dan pulang bareng dengan Kyuhyun aku juga tak bisa lagi ke rumahnya karena perjanjian itu. Kyuhyun,orang yang kucintai.
Apa tadi yang ku bilang? Orang yang aku cintai? Aku baru meyadarinya sekarang ^^
Tapi aku takut mengatakan ini kepada Kyuhyun, takut kalau dia tidak merasakan hal yang sama, dan nanti hubungan kita malah lebih buruk lagi. Aku memilih untuk memendamnya saja :(

Hari ini aku siap dengan tes itu, kalau biasanya aku selalu merasa ragu untuk pelajaran matematika, tapi sekarang AKU SIAP DENGAN SEMUA MATA PELAJARAN ... ! HOREE!! Aku benar-benar senang.
Peserta sudah masuk ke dalam ruangan. Aku benar-benar semangat, soal dibagikan, dan aku segera mengerjakannya.

Tes sudah selesai. Kata ahjussi tadi, orang yang dapat beasiswa itu akan di telfon.
Aku merasa bisa mengerjakan soal itu, tapi aku benar-benar takut dengan pesertanya, ada wajah-wajah asing yang belum pernah kulihat yang sepertinya jauhhh lebih pintar dariku >.<

Hmm, aku ingin pergi ke rumah Kyuhyun, untuk yang terakhir kalinya mungkin. Tanpa buang waktu aku pun segera menyetop taksi yang ada di depanku.

Ketika sudah sampai segera kupencet bel rumahnya, tapi tak ada jawaban. Kucoba membuka pintunya. Tidak dikunci .Kurasa ini kesempatan yang baik, aku akan membuat kejutan untuknya ;-)

Segera kuambil sapu dan alat pel atau apa saja untuk membersihkan rumah yang seperti kapal pecah ini. Pasti Kyuhyun akan senang jika dia pulang rumahnya sudah bersih, kekekeke aku tertawa kecil membayangkannya.
Sudut demi sudut sudah mengkilau(?) dan ruang demi ruang sudah aku bersihkan. Oke, mungkin ini lancang tapi aku kan hanya membersihkan, bukan mencuri barang atau semacamnya :D

Semua ini benar-benar melelahkan, keringatku banyak yang keluar dan aku benar-benar haus, bukan hal yang mudah ternyata membersihkan rumah ini, fiuhhh...
Karena haus aku ingin mengambil minuman dulu di dapur, ahhh segarnya. Eh? Apa itu? Ada pintu di balik lemari kecil itu. Karena penasaran aku segera menggeser lemari kecil itu dengan sekuat tenaga. Ini benar-benar berat.
Segera aku membuka pintu itu,ahh terkunci. Eottokhe? Eh, itu apa? Kulihat kunci ada di samping pintu itu tertutupi dengan kain yang sudah lusuh. Mungkin ini kuncinya! Kataku antusias.

KIMCHI! Ternyata benar, aku sungguh bahagia. Kubuka pintunya dan ...

"MWOOO??!!!" Aku hampir jantungan, langkahku perlahan mundur, aku benar-benar takut. Bulu kuduk ku berdiri, keringat dinginku perlahan keluar, kakiku benar-benar lemas, kepalaku sakit.
Kamar ini begitu luas, dinding putih kamar ini benar-benar penuh dengan coretan-coretan, sangat penuh sampai berubah menjadi dinding hitam, kuamati satu persatu ternyata itu adalah angka, ada sekitar beribu-ribu, salah, mungkin bertriliun-triliun atau lebih angka di sana. Aku merasa ada di kamar psikopat sekarang. Di sana ada sebuah foto, aku perlahan mendekatinya.

 "MWOO??!!"  Itu fotoku. Foto saat aku masih sekitar umur 13 tahun. Disini hanya ada dua barang. Fotoku dan ...
Omo??!! Itu ...

Kudengar langkah kaki dari luar,
"Hyunji! Ada dimana kau? Sudah kubilang jangan pernah da-" Aku yakin itu suara Kyuhyun, dia tiba-tiba menghentikan kata-katanya dan menghentikan langkah kakinya ketika melihatku di sini.
"Hyunji! Bagaimana kau bisa sampai ke sini??!!" Katanya dengan sangat terkejut.

"Apa ka-u bis-a je-je-laskan ini CHO KYUHYUN ... !" Kataku tergagap dan bergetar, aku membalikkan badanku, dan kuberanikan untuk menatapnya. Kurasa mataku sudah memerah dan tinggal menunggu waktu untuk air mataku menetes.

"i-i- itu ..."


0 komentar:

top

Posting Komentar

Mohon apresiasinya :)

Game

Starry Sun

Kamu Pembaca Ke

What Time Is It ?

Labels

Followers